Film & MusikHiburan

Sempat Tertunda Pertunjukkan Under The Volcano untuk Pertama Kali Siap Tampil di Tanah Air

biem.co – Sempat akan dipentaskan dibulan April 2020 namun tertunda akibat pandemi Covid-19 kini, pertunjukan teater berkelas internasional Under the Volcano hasil kolaborasi antara Bumi Purnati Indonesia dan Komunitas Seni Hitam Putih Sumatera Barat akhirnya dipentaskan pada Sabtu, 27 Agustus 2022 pukul 16.00 & 20.00 WIB di Ciputra Artpreneur Theater.  Pementasan ini didukung penuh oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Disutradarai oleh Yusril Katil “Under The Volcano” merupakan sebuah karya yang mengangkat tema bencana alam, terinspirasi dari “Syair Lampung Karam” karya Muhammad Saleh yang ditulis pada 1883.

Komunitas Seni Hitam Putih yang berasal dari Padang Panjang melihat apa yang digambarkan Muhammad Saleh dalam syairnya, sangat relevan dengan situasi di kampung halaman mereka yang harus selalu waspada terhadap bencana alam karena kontur geografis yang dikelilingi gunung berapi. Jika dilihat dalam konteks yang lebih jauh lagi,Under the Volcano” juga merupakan sebuah pengingat bagi masyarakat Indonesia bahwa bencana alam akan selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat karena lokasi geografis yang terletak di lintasan ring of fire. Yusril Katil sang sutradara menjelaskan proses kreatif pertunjukan Under The Volcano ini,

“Teater itu selalu berangkat dari kegelisahan-kegelisahan. Kegelisahan-kegelisahan ini yang sebetulnya harus diekspresikan dan ekspresi-eskpresi itu dibantu oleh Ciputra, Djarum Foundation. Sebenarnya ini sebuah proses teater yang panjang, karena waktu dipersiapkan untuk teater olimpic di Beijing. Saya juga kaget tiba-tiba saya dinyatakan lolos kurasi disebuah festival teater internasional yang orang Indonesia baru pertama kali saya disitu sebelumnya belum ada. Kami dari sebuah kampung kecil di Padang Panjang yang orang mungkin belum tau dengan kami tapi tiba-tiba sebuah festival besar ingin kenal dengan kami, nah ini yang membuat saya semakin bersemangat sehingga proses ini menjadi tidak sebentar”, jelasnya saat jumpa pers di Ciputra Artpreneur (18/8).

“Kalau anda tadi dicuplikan melihat tangga, tangga itu kunci utama kita memasuki persoalan hidup. Karena kalau kami di Minangkabau tangga itu punya banyak filosofi dan filosofinya dikenal di Indonesia secara universal. Misalnya ada kata Sudah Jatuh Tertimpa Tangga ini bicara soal masalah-masalah atau Tak Kayu Jenjang Di Keping tidak ada pilihan lain, mitologi-mitologi soal larangan-larangan untuk duduk di tangga itu tabu, ada lagi tangga kami di Minangkabau dalam konteks kekuasaan Berjenjang Naik Bertangga Turun itu kekuasaan atau hirarki. Nah tangga-tangga ini yang menjadi inspirasi kami untuk menceritakan hal-hal yang universal sebenarnya bukan hanya persoalan tangga, tapi ada problematik, kekuasaan, ada hal-hal yang tidak ada pilihan lain”, tambahnya.

Pertunjukan bertajuk Under The Volcano menjadi istimewa karena ini merupakan pementasan kali pertama di tanah air, sebelumnya pertunjukan ini diperuntukkan dipentaskan di luar negeri. Restu Kusumaningrum, Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia mengungkapkan,

Under the Volcano telah beberapa kali dipentaskan. Pertama kali dihadirkan dalam acara Olimpiade Teater ke-6 di Dayin Theatre, Beijing, Tiongkok pada 7 dan 8 November 2014. Selanjutnya, pada 21-23 April 2016, Under the Volcano kembali mengulang kesuksesan saat pementasan di TheatreWorks, Singapura dan terakhir pada 24 November 2018, Under the Volcano  juga ditampilkan pada perhelatan budaya Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2018 di Panggung Akshobya Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kami harap pertunjukan keempat ini dapat memperoleh apresiasi yang tinggi dari para penikmat seni serta memperkenalkan syair-syair lampau dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada generasi muda.”

Dalam karya yang dimainkan oleh Komunitas Seni Hitam Putih dan Jajang C. Noer, dikomposeri oleh Elizar Koto dengan dramaturgi Rhoda Grauer ini, Under the Volcano dibagi menjadi enam bagian dan dilakonkan dengan narasi berbahasa Melayu dan Minangkabau yang diperkuat dengan elemen silat, tarian, musik, dan efek visual digital yang menakjubkan. Musik dan tarian didasarkan pada bentuk-bentuk tradisional Melayu yang digubah untuk mencerminkan berlalunya waktu, berdampingan dengan komposisi musik dan tarian kontemporer.

Rina Ciputra Sastrawinata, President Director Ciputra Artpreneur menyampaikan bahwa, “Ciputra Artpreneur memiliki misi untuk mengangkat kesenian dan kebudayaan Indonesia dengan menyediakan tempat pertunjukan yang memiliki standar Internasional agar  para seniman maupun kelompok seni seperti Bumi Purnati dan Komunitas Seni Hitam Putih Sumatera Barat bisa menampilkan hasil karyanya dengan layak kepada publik. “Kami juga sangat mendukung, agar pertunjukan Under the Volcano kembali dihadirkan karena, selain memiliki alur cerita yang menarik, pertunjukan ini menjadi salah satu pertunjukan yang memanjakan mata serta sarat akan pesan-pesan kemanusiaan. Semoga pertunjukan ini dapat menjadi sajian menarik bagi penikmat seni untuk mengisi akhir pekan”, paparnya,

Pertunjukan yang berdurasi kurang lebih 80 menit ini dimulai dengan cerita awal sebelum bencana terjadi. Digambarkan suasana kehidupan yang harmonis, masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari secara damai. Tiba-tiba gempa datang, diikuti ledakan gunung dan tsunami. Para penghuni lereng panik dan berusaha menyelamatkan diri. Ketika letusan mereda, timbulnya masalah baru bagi masyarakat dalam hal sandang, pangan, dan papan yang menyebabkan trauma dan kemiskinan. Sedikit demi sedikit masyarakat membangun kembali rumah dan desa dengan bantuan banyak orang. Akhirnya kehidupan kembali normal dan damai.

“Bakti Budaya Djarum Foundation senantiasa berkomitmen dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan dan keberagaman budaya tanah air dalam situasi apapun. Salah satunya melalui dukungan kami terhadap beragam pementasan atau pertunjukan yang kental dengan kebudayaan Indonesia, seperti pementasan Under the Volcano. Selain menampilkan dan memperkenalkan budaya Minangkabau yang dikemas dengan sangat baik dan menarik, lakon Under the Volcano ini juga mengenalkan para penikmat seni dengan syair-syair lampau yang kaya akan nilai sejarah. Semoga lakon ini dapat menghibur dan menambah wawasan para penikmat seni, terutama generasi muda,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. (BW)

 

Pertunjukan “Under the Volcano”:

Hari & tanggal: Sabtu, 27 Agustus 2022

Waktu: pukul 16.00 & 20.00 WIB

Tempat: Ciputra Artpreneur Theater

Pembelian tiket dapat dilakukan melalui Loket.com/https://linktr.ee/ciputraartpreneur. Untuk Detail pembelian tiket sebagai berikut:

KELASHARGA
VIP1,350,000
Diamond1,000,000
Gold750,000
Silver500,000
Bronze250,000

 

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button