biem.co – Baru-baru ini, beredar luas di media sosial soal informasi yang menyebutkan bahwa seorang yang sebelum divaksin melakukan tes Covid-19 dengan hasil negatif dan setelah divaksin pasien mengalami panas dingin, diare, serta badan gemetar. Kemudian hari ketiga pasca vaksin melakukan tes Covid-19 dan hasilnya menjadi positif.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
“Ahli patologi klinis dari Universitas Sebelas Maret, dr. Tonang Dwi Ardyanto menjelaskan, virus non aktif yang ada dalam vaksin tidak akan menyebabkan hasil tes Covid-19, baik antigen atau RT-PCR menjadi positif jika seseorang mendapati hasil tes Covid-19 positif setelah vaksinasi, itu dikarenakan ia telah terpapar virus tanpa ia sadari,” jelas Kominfo, dikutip dari dalam laman resmi covid19.go.id, Kamis (19/8/2021).
Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk terus hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti unggahan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting.
Bagi masyarakat yang ingin mengecek kebenaran sebuah informasi, Kominfo menyarankan untuk melakukan hal ini:
- Kirim pesan WhatsApp ke Chatbot Mafindo ke nomor 085921600500
- Cek di situs Kementerian Kominfo di https://komin.fo/inihoaks atau https://turnbackhoax.id dan https://cekfakta.com
- Cek dan buktikan hoaks terkait Covid-19, kunjungi https://s.id/infovaksin
- Untuk informasi terkait Covid-19 kunjungi situs resmi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional https://covid19.go.id.