KOTA SERANG, biem.co – Ratusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Primagraha (UPG) melakukan observasi studi terhadap peninggalan bersejarah di Banten.
Pada kegiatan bertajuk Kemah Budaya tersebut mahasiswa mengunjungi tiga situs peninggalan bersejarah yang erat kaitannya dengan berdirinya kerajaan Banten dan penyebaran islam di tanah Banten.
Dosen Pengampu Studi Kebantenan UPG, Sastra Wijaya mengatakan, kegiatan observasi tersebut dilakukan di tiga tempat, yakni di Situs Banten Girang, Situs Banten Lama, dan Situs Gunung Santri. Dalam observasinya mahasiswa diminta mencatat informasi-informasi situs melalui peninjauan secara langsung terhadap peninggalan bersejarah, dan penggalian informasi baik dari benda-benda sejarah, manuskrip dan dari narasumber.
”Sebetulnya observasi ini merupakan implementasi dari mata kuliah Kebantenan yang merupakan muatan lokal dari kampus UPG. Tujuannya tentu untuk mengenalkan kepada mahasiswa agar dapat melestarikan sejarah dan budaya Banten, serta sebagai terapi bagi mahasiswa agar mampu mengeksplor potensi intelektual di luar kelas,” katanya di sela observasi.
Ketua Yayasan Insan Pelita Pratama Indonesia (YIPPI), H. Haeroni yang menaungi Universitas Primagraha yang pada saat itu mengikuti kegiatan mengatakan hal yang serupa. “Ini kegiatan yang bagus dan mengedukasi. Kita sebagai putera daerah (Banten) kadang tidak begitu hapal akan sejarahnya sendiri, atau hanya mengetahui sejarahnya melalui buku-buku. Padahal pada kenyataan di lapangan terkadang ada saja yang berbeda, karena sejarah Banten syarat dengan dongeng-dongeng yang ditambahkan oleh para orang tua kita. Maka dari itu, ini kesempatan yang bagus bagi mahasiswa untuk mengkonversi informasi dari buku dan dari lapangan, dalam hal ini para petugas dan juru kunci yang ada di situs bersejarah. Dan tentunya dengan pendekatan keilmuan, sumber dan referensi yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa dari jurusan PGSD UPG, Fuja Silvi Audina mengatakan kegiatan observasi ini memberikan pengalaman dan suasana yang berbeda, serta dapat membuka pikiran dibandingkan belajar di kelas.
”Saya dan teman-teman lainnya sangat antusias mengikuti kegiatan observasi kebantenan ini, karena melalui pengalaman belajar di luar kelas ini bisa memberikan ilmu-ilmu baru, dengan meninjau secara langsung peninggalan sejarah Banten,” katanya.
Sebagai informasi, pada kegiatan Kemah Budaya tersebut, Universitas Primagraha juga sekaligus melakukan bakti sosial dengan memberikan bantuan tempat sampah untuk setiap tempat situs bersejarah yang dikunjungi. (iy)