KOTA SERANG, biem.co — Sobat biem, penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Serang terus mengalami peningkatan setiap harinya. Hal ini tentu menjadi perhatian, khususnya bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang untuk mencari penyebab terus bertambahnya kasus positif baru.
Kepala Dinkes Kota Serang, M. Iqbal mengatakan, berdasarkan analisis dari data yang dimilikinya, penyebab terjadinya penambahan kasus positif baru adalah masyarakat abai terhadap protokol kesehatan.
“Yang positif salah satunya berasal dari kluster rumah tangga. Ini ada karena suaminya positif lalu karena yang bersangkutan juga tidak patuh terhadap protokol, makanya menularkan kepada istrinya, anaknya dan tetangganya. Ini yang menjadi penyebab kenapa kita ada peningkatan terus di Kota Serang,” ujarnya dalam kunjungan Komisi II DPRD Kota Serang di Gedung Dinkes, Jumat (18/9/2020).
Sementara, dari 135 orang yang positif Covid-19, lanjutnya, rata-rata adalah berasal dari kluster perkantoran dan perusahaan di luar Kota Serang.
“Berdasarkan data yang kita miliki, peningkatan kasus di Kota Serang itu sebagian besar itu adalah terdapat dari kluster perkantoran dan perusahaan. Orang Serang yang bekerja di Kementerian, orang Serang yang bekerja di perusahaan, orang Serang yang bekerja di dinas vertikal kayak di BPOM, pajak, Kepolisian, TNI atau orang Serang yang bekerja di wilayah daerah lain yang tingkat sebarannya besar kayak Cilegon,” terangnya.
Namun, meski Kota Serang hampir setiap harinya mengumumkan warganya terkonfirmasi positif, dibandingkan dengan kabupaten kota lain di Banten, Kota Serang masih terbilang penyumbang kecil kasus Covid-19.
“Tapi walaupun begitu, Kota Serang ini berdasarkan data komparasi dengan Banten, Kota Serang ini meski ada kenaikan masih penyumbang terkecil kedua di Banten setelah Pandeglang,” katanya.
Meski secara jumlah Kota Serang masih menjadi penyumbang terkecil kedua, sebagai langkahnya mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya tengah merencanakan akan melakukan swab massal untuk mendeteksi dini penyebaran Covid-19 di Kota Serang.
“Kita sedang membuat ancang-ancang melakukan swab massal. Yang jadi pertimbangan adalah kita siap atau enggak. Kedua, Labkesda Provinsi siap atau enggak nerima swab yang akan kita kirim. Kalau memang kita belum siap, kita cari waktu siapnya. Kalau kita siap, yang pertama kita prioritaskan adalah kluster perkantoran, khususnya OPD pelayanan yang lansung berhadapan dengan masyarakat. Seluruh pegawainya kita ambil, termasuk juga perusahaan-perusahaan yang ada di kita seperti bank. Saya masih nunggu jawaban dari Labkesda Provinsi, sedang koordinasi. Target secepatnya,” paparnya.
Sementara, Komisi II FPRD Kota Serang, Nur Agis Aulia menekankan agar Dinkes Kota Serang mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk mempersiapkan jika terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.
“Harus segera screening swab, kemudian yang kedua adalah melakukan edukasi ke masyarakat. Ketiga, mempersiapkan pelayanan ketika terjadi lonjakan positif,” tutupnya. (ajat)