LEBAK, biem.co – Sobat biem, program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Desa Cikate, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak disoroti aktivis. Pasalnya, material dan pembangunan rabat beton di daerah tersebut diduga tidak berkualitas.
Menurut Aktivis Lebak Selatan (Baksel), Bucek, ketika dirinya melakukan sosial kontrol ke lokasi PISEW di Desa Cikate, ditemukan beberapa kejanggalan dari pembangunan rabat beton program tersebut.
“Dari segi fisik, kami lihat hamparan batu untuk pondasi berwarna coklat yang diragukan kualitasnya, hamparan pun sebelum dicor sepertinya tidak memakai pasir. Batu yang digunakan dari sekitaran proyek saja, itu kan pasti ada anggarannya dalam RAB. Yang saya tahu jika ada kelebihan anggaran, maka dikembalikan ke kas negara. Namun, kami yakin itu tidak mungkin. Menurut kami patut diduga asal-asalan dan tidak berkualitas pengerjaannya, demi mengejar keuntungan,” kata Bucek kepada biem.co, Senin (17/8/2020).
Selain hal fisik, dirinya pun mengkritisi administrasi pelaksanaan program, yang menurutnya janggal dari sudut pelaksana program yang biasa disebut dengan Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD).
“Pelaksana dari program PISEW ialah BKAD kecamatan. Namun, anehnya ketika program ini turun, BKAD sebagai pelaksana program dibentuk yang baru. Seharusnya menggunakan BKAD yang sudah terbentuk saja, bukan BKAD yang dibentuk baru dan terkesan khusus dibuat untuk melaksanakan program itu, mengapa? BKAD itu dibentuk enggak sembarangan, lho, ada prosedurnya yang diatur oleh peraturan perundang-undangan melalui Musyawarah Antar Desa, dari utusan desa dan dihadiri oleh para kepala desa,” ungkapnya.
Terpisah, pendamping program PISEW di tingkat kecamatan atau biasa disebut Fasilitator Masyarakat (FM), Hazzi sedikit buka suara terkait hal tersebut.
“Iya, Pak, itu menggunakan K-175,” jawabnya singkat.
Sayangnya, ia tak bisa dimintai keterangan lanjut soal kualitas material batu disebabkan pesan masuk yang sudah tak aktif. (sandi/red)