KOTA SERANG, biem.co – Di masa pandemi Covid-19, produksi cabai dari petani di Desa Baros, Kabupaten Serang mengalami peningkatan hingga 14 persen. Panen saat ini mencapai 9,6 ton meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 8,4 ton per hektare.
Peningkatan produksi cabai tersebut setelah para petani yang masuk dalam Kelompok Tani (Poktan) Setia Kawan dibimbing dan difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI) Banten yang fokus membantu juga membina gapoktan daerah untuk maju, membina keguyuban dan roda perkonomian daerah mulai dari mikro.
Sebelumnya produksi cabai di Desa Baros dalam 1 hektare hanya produksi 8,4 ton. Sementara itu, Pasar Lokal Kecamatan Baros yang mensupply kebutuhan cabai bagi masyarakat Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, membutuhkan pasokan cabai rata-rata 10 ton per bulan atau 120 ton/tahun.
“Artinya ada peningkatan pasokan setidaknya 14 persen. jadi untuk memenuhi kebutuhan di pasar Baros tinggal 0,6 ton lagi atau kekurangannya sekitar 600 Kg,” ujar kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten, Erwin Soeriadimadja saat dihubungi biem.co via pesan singkat WhatsApp, Kamis (16/04/2020).
“Jika diperhitungkan, dengan meningkatnya produksi cabai ini bisa menekan inflasi daerah yang disebabkan oleh bahan pokok ini. Dan untuk kondisi saat ini (masa wabah Covid-19) yang mengganggu kestabilan perekonomian, produksi cabai yang meningkat ini juga bisa membantu ketahanan pangan,” sambungnya.
Erwin melanjutkan, pemandangan lain pun tersorot dari para wajah petani yang terlihat bahagia dan semangat berladang meski di tengah pandemi COVID-19.
“Mereka (red-petani) berbahagia dan semangat memetik hasil panen cabai. Dalam aktivitasnya juga mereka tampak memakai masker kain yang diproduksi oleh UMKM Mitra BI Banten, saling menjaga jarak dan konsisten menjalankan pola hidup bersih, dengan rajin mencuci tangan ketika beristirahat,” imbuhnya.
Hasil produksi cabai Poktan Setia Kawan di tengah kondisi pandemi ini menjadi angin segar bagi stok ketahanan pangan di Banten, khususnya Kabupaten Serang. Karena cabai merupakan kebutuhan besar di banten.
“Kami bina spirit gapoktan untuk maju, membina keguyuban dengan kehadiran BI lebih dekat menjadi kunci. Semoga dengan pengetahuan yang telah dimiliki dan dukungan yang terus diberikan oleh BI Banten, Poktan Setia Kawan terus menjaga semangat, kesehatan dan bisa jadi petani cabai yang unggul sehingga tetap mampu berproduksi demi ketahanan pangan khususnya di Provinsi Banten,” paparnya.
“Dan kami tetap berupaya menekankan agar masyarakat kaum muda untuk belajar dan bertani, karena ini akan membuat suatu kesinambungan dari kekuatan petani cabai kepada generasi penerus,” tandasnya. (iy)