biem.co – Situs program Kartu Pra Kerja, www.prakerja.go.id diluncurkan hari ini, Selasa (7/4/2020). Pemerintah membuka kesempatan bagi 5,6 juta masyarakat Indonesia untuk mengikuti program ini.
Adapun pada tahap awal, ada empat wilayah yang akan mengimplementasikan Kartu Pra Kerja, yakni Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Surabaya.
Para peserta nantinya bisa mendapatkan skill baru (skilling), meningkatkan keterampilan di bidang yang ditekuni (upskilling), dan keterampilan baru (reskilling).
Pemerintah memberlakukan beberapa syarat bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini.
Diantaranya yaitu WNI berusia di atas 18 tahun, tidak sedang menjalani pendidikan formal, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan, dan diprioritaskan untuk pencari kerja usia muda.
Selain itu, peminat program ini juga harus memiliki akun terlebih dahulu dan cara membuatnya langsung di situs tersebut.
Setelah membuat akun, masyarakat bisa langsung mendaftar secara online ke www.prakerja.go.id.
Dari akun itu nantinya pihak Project Management Office (PMO) akan memberikan penilaian terhadap biodata dan pengalaman kerja di masing-masing akun yang sudah mendaftar.
Perlu diketahui, PMO nantinya menjalankan program ini secara penuh, termasuk menentukan Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan menjalankan pelatihan kerjanya.
Jika dari hasil tes atau penilaian sudah dilakukan, nantinya akan ada notifikasi ke email yang didaftarkan pada akun mengenai keterima atau tidaknya.
Namun demikian, bagi yang tidak diterima bisa mendaftar kembali menggunakan akun yang sudah ada.
Pendaftar cukup memilih batch atau tahap selanjutnya, dan tinggal menunggu notifikasi di email untuk persetujuan mendapatkan Kartu Pra Kerja.
Jika sudah diterima, selama pandemi corona, peserta akan mendapat manfaat sebesar Rp3,5 juta per orang, rinciannya adalah bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp150 ribu.
Setelah pandemi selesai, maka manfaat yang diterima akan kembali ke besaran Rp650 ribu per orang yang terdiri dari Rp500 ribu uang pelatihan dan Rp150 ribu merupakan uang survei kebekerjaan. (Eys)