KOTA SERANG, biem.co – Puluhan masyarakat yang berasal dari Kecamatan Curug dan Walantaka sambangi Gedung DPRD Kota Serang untuk menyuarakan penolakan terhadap perusahaan peternakan ayam yang berada di daerahnya, Jumat (06/03/2020).
Salah satu warga yang mengikuti aksi, Venus mengatakan, pihaknya mempertanyakan hasil dari audiensi yang sudah dilakukan kemarin oleh Wali Kota Serang dan Ketua DPRD Kota Serang di Kecamatan Curug.
“Dari salah satu anggota dewan juga menyebutkan bahwa peternakan yang ada di dua kecamatan Walantaka dan Curug itu, sudah tidak bisa dan tidak ada izinnya. Sementara kemarin konfirmasi dari teman-teman di Curug, yang tadinya Pak Wali menyatakan ilegal, sekarang menjadi legal, dikarenakan izinnya warisan dari Kabupaten Serang,” ujarnya,
Pihaknya saat ini mencari kepastian dari Pemerintah Kota Serang untuk menindaklanjuti perusahaan peternakan ayam yang semakin lama meresahkan masyarakat setempat itu
“Mencari kepastian hukum sudah 10 tahun tidak ada kepastian. Kalo Pak Wali bilang 6 bulan dihitung dari bulan Januari ditutup, kami kesini menanyakan janji, kalo mereka bener-bener tepati janji, tinggal buat tertulis,” ungkapnya.
Baca Juga
Ia melanjutkan saat ini masyarakat merasa curiga, bahwa ada oknum yang diduga memainkan perizinan perusahaan peternakan ayam.
“Kami menolak keras dan tutup peternakan ayam, dan tindak secara hukum oknum yang terlibat dalam permainan perizinan perusahaan peternakan ayam,” ucapnya.
Sementara, anggota DPRD Kota Serang, yang juga berasal dari Curug, Babay Supardi mengatakan saat ini Pemkot Serang belum mempunyai aturan yang baru dan masih terpacu pada aturan yang lama.
“Betul, karena Kota Serang baru berdiri 12 tahun, peternakan ayam itu sudah ada sejak dari tahun 90 sampai tahun 95-an. Termasuk RTRW nya juga,” katanya.
Namun ia mengatakan, Wali Kota Serang dan Ketua DPRD sudah melakukan dialog dengan beberapa warga kemarin di Kecamatan Curug. Ia mengaku, hasil dari audiensi tersebut keduanya sepakat memfasilitasi, namun tidak bertabrakan dengan aturan hukum yang ada. (*/iy)