Kabar

Banten Targetkan Juarai Pospenas VIII

BANDUNG, biem.co — Pemprov Banten menargetkan kembali jadi juara umum pada Pekan Olahraga dan Seni Santri Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VIII yang diselenggarakan di Bandung 25-30 November 2019.

Hal itu berdasarkan potensi Banten yang pada tahun 2016 keluar sebagai juara umum dengan perolehan 19 emas dan 9 perak.

“Selain itu, Pemprov Banten terus melalukan pembinaan menggali potensi para santri di berbagai bidang, antara lain bidang seni dan olahraga. Sehingga target tersebut bukan hal yang mustahil,” kata Kabiro Kesra Pemprov Banten Irvan Santoso, baru-baru ini.

Tahun ini, lanjut Irvan, pihaknya mengirimkan 292 peserta yang terdiri dari atlet dan official yang akan mengikuti 15 mata lomba Pospenas 2019.

“Pada Pospenas kedelapan ini, ada enam cabang olahraga dan cabang seni yang akan dilombakan dalam Pospenas. Cabang olahraga yang dilombakan diantaranya atletik, voli, pencak silat, futsal, senam santri dan olahraga tradisional hadang,” ujar Irvan.”

Kemudian cabang seni yang dilombakan diantaranya kaligrafi Islami, seni lukis islami, seni kriya, seni hadrah, cipta dan baca puisi, stand up comedy, dan pidato bahasa Indonesia, Arab serta Inggris,” sambungnya.

Lebih jauh Irvan menjelaskan, kegiatan Pospenas ini menjadi pemicu para santri agar tidak hanya ahli dalam bidang tafaqquh fiddin, tapi juga bisa memiliki semangat dan jiwa seni serta olahraga.

Sebelumnya, pada pelepasan kontingen Pospenas Banten, Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, Pospenas adalah wahana untuk mewujudkan jati diri pondok pesantren yang sebenarnya, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Filosofi inilah yang mendorong santri berupaya untuk berprestasi dan berkreasi dalam olahraga dan seni dalam rangka turut mengharumkan nama bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk mengharumkan daerah masing-masing yakni Banten yang kita cintai,” kata Al Muktabar.

Dalam kesempatan tersebut, Al Muktabar menyampaikan arahan untuk senantiasa menjaga nama baik selama menjalankan tugas selaku anggota kontingen.

“Hormati dan hargai peserta kontingen lain dan jalin hubungan silaturahmi, sehingga terbangun ukhuwah antara sesama peserta dari daerah lain,” pungkasnya. (red)

Editor: Yulia

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button