KOTA SERANG, biem.co — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar acara pisah sambut dari Rektor Untirta periode 2011-2019 Prof Sholeh Hidayat kepada Rektor Untirta yang baru Dr Fatah Sulaiman di Ruang Auditorium Untirta, Selasa (3/9/2019).
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuluddin, mantan Bupati Serang Taufik Nuriman, Ketua ICMI Banten Prof Lili Romli, stakeholder, mitra strategis Untirta, Ketua IKA Untirta dan civitas akademika Untirta.
Dalam sambutannya, Prof Sholeh Hidayat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya selama menjadi Rektor Untirta 8 tahun terakhir.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Untirta tumbuh dan berkembang. Baik dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Polda Banten, Danrem, serta perbankan ataupun mitra strategis Untirta lainnya,” katanya.
Prof Sholeh mengungkapkan dirinya sudah meletakkan pondasi untuk membangun Untirta menjadi lebih baik.
“Di masa jabatan saya, saya sudah meletakkan pondasi dan meraih berbagai prestasi dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas. Meraihnya sulit, namun mempertahankannya lebih sulit. Karenanya mari kita menjaga bersama,” tuturnya.
“Selain itu, saya mengajak semua pihak bekerja sama, bahu-membahu mendukung kepemimpinan Fatah Sulaiman untuk membangun dan meningkatkan capaian Untirta,” sambung Prof Sholeh.
Lebih lanjut, Prof Sholeh mengatakan, setelah melepaskan jabatan sebagai rektor, dirinya akan kembali mengabdi untuk Untirta.
“Saya tidak pisah dengan kampus ini, saya tidak pisah dengan Untirta, tetapi saya akan kembali mengabdi sebagai Dosen FKIP,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr Fatah Sulaiman menuturkan, dirinya akan bekerja secara maksimal untuk mewujudkan visi It’s Green atau Integrated Smart and Green University.
“Kita harus optimis masa depan Untirta akan melampaui kualitas dari generasi yang lebih dulu. Kita jadikan Untirta menjadi universitas yang unggul, berkarakter dan berdaya saing di kawasan Asean tahun 2030,” ujarnya.
Untuk mencapai hal tersebut, lanjut Fatah, pihaknya telah menyiapkan tiga misi yang akan dijalankan.
Pertama, meningkatkan kualitas relevansi dan daya saing pendidikan serta lulusan yang unggul, berkarakter dan berdaya saing di level ASEAN.
Kedua, meningkatkan kualitas-kuantitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Ketiga, meningkatkan daya dukung tata kelola perguruan tinggi yang baik yang merupakan implementasi dari Integrated Smart and Green.
Fatah menerangkan, kedepan pihaknya akan bergerak sesuai nilai yang telah disepakati oleh para pendiri Untirta yang diperas dari dua tokoh icon Untirta, yaitu Syekh Nawawi Al-Bantani dan Sultan Ageng Tirtayasa.
“Landasan itu yaitu JAWARA; jujur, adil, wibawa, amanah, religius dan akuntabel,” terangnya.
Oleh karena itu, Fatah berharap agar seluruh civitas akademika Untirta menyepakati dan berkewajiban untuk menetapkan prinsip jawara dalam menjalankan amanah yang diberikan.
“Untirta merupakan rumah kita bersama yang tidak hanya berperan sebagai tempat namun sebagai sumber pengetahuan, sumber keteladanan dan kebajikan. Jadi mari kita jaga nama baik kita bersama,” tandasnya. (eys)