biem.co – Timnas U-18 Korea Selatan harus rela kehilangan gelar juara akibat selebrasi yang dilakukan pemainnya, Park Kyuhyun.
Alih-alih merayakan dengan wajar, Khuhyun justru menginjak piala yang dimenangi setelah mengalahkan tuan rumah, China, pada partai final Panda Cup dengan skor 3-0, Kamis (30/5/2019) kemarin.
Sontak selebrasi itu menuai kecaman dari media dan masyarakat China karena dianggap tidak sopan.
Akibat kejadian itu, Federasi Sepak Bola Korea Selatan langsung meminta maaf. Namun, Asosiasi Sepak Bola Chengdu (Chengdu FA), selaku pihak penyelenggara Panda Cup, menganggapnya sebagai masalah yang serius.
Hal itu dibuktikan dengan dicabutnya gelar juara Panda Cup 2019 yang sejatinya diraih timnas U-18 Korea Selatan.
“Panitia penyelenggara Panda Cup 2019 memutuskan untuk mengambil kembali trofi yang dimenangi oleh timnas U-18 Korea kali ini,” tulis panitia lewat media sosial Weibo dilansir dari FoxSports.
Chengdu FA menyebut bahwa perilaku pemain tersebut sangatlah tidak senonoh. Mereka juga mengatakan bahwa Korea Selatan tidak akan diundang kembali pada edisi Panda Cup berikutnya.
“Tim dan pemain yang melanggar etika dan semangat olahraga tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi,” tegas Chengdu FA pada pesan yang dituliskannya. (eys)