KABUPATEN SERANG, biem.co — Pemerintah Kabupaten Serang telah merelokasi pedagang pasar lama Kragilan ke Kendayakan Desember 2018 lalu, namun ternyata di lapangan masih banyak pedagang yang enggan pindah. Bahkan para pedagang mendirikan pasar baru tidak jauh dari pasar lama Kragilan.
Para pedagang yang menempati lapak tersebut mengaku enggan pindah dan mengisi kios pasar baru di Kendayakan dengan alasan sepi dan omset menurun, sehingga para pedagang memilih membuat lapak baru atau pasar tandingan di belakang pasar lama Kragilan dan kios yang di pasar baru dikosongkan.
Samaun, pedagang daging ayam mengaku memiliki kios di pasar baru Kragilan, namun pasca direlokasi berjualan di lokasi baru malah omset menurun karena sepi pembeli.
“Lebih milih membuat lapak baru di belakang pasar lama Kragilan ketimbang harus mengisi kios di pasar baru,” serunya, saat ditemui biem.co, Kamis (24/01).
Senada dengan Samaun, Sudrajat, pedagang sayuran mengatakan hal yang sama, bahwa di pasar baru tidak begitu menguntungkan untuk berjualan. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan untuk berjualan di lokasi baru lebih besar ketimbang untung, karena dagangan berupa sayur harus segar tiap hari.
Ia pun mengaku, untuk mengangkut sayuran tidak memiliki kendaraan sehingga mengeluarkan ongkos lebih besar sementara omset menurun.
“Berjualan di lokasi belakang pasar lama untuk mencari untung, mengingat lokasinya masih dekat dengan jalan raya dan pembeli pun banyak,” papar Sudrajat.
Terkait hal itu, Camat Kragilan, Ajuntono mengaku akan mengkoordinasikan terlebih dahulu dengan pemda setempat.
“Kami akan meminta laporan apakah lahan yang di tempati para pedagang tersebut resmi atau tidak?” ungkapnya.
Ditambahkan Ajuntono, para pedagang pasca direlokasi seharusnya sudah menempati lokasi baru.
“Memang disayangkan karena sebagian pedagang enggan pindah. Kami akan menindaklanjuti ke dinas terkait,” tutupnya. (Firo)