KOTA SERANG, biem.co – Perkembangan anak-anak muda kreatif di Banten, terutama dalam ranah bisnis fesyen dipandang Person In Charge (PIC) Banten Indie Clothing (BIC) Iip Mualip ada peningkatan yang signifikan dari semenjak adanya gelaran BIC pertama pada 2014 hingga 2018.
“Dulu itu yang memulai bisnis clothing cuma dua sampai empat brand aja, dan sekarang udah sampe 60 brand lokal yang ada. Mungkin mereka terangsang ketika melihat acara-acara seperti ini, kalau memang orang luar saja bisa, kenapa orang lokal sendiri tidak bisa. Alhamdulillah pada industri ini peminatnya ada peningkatan terus dari tahun ke tahun,” papar Iip saat diwawancarai biem.co, Rabu (26/12).
Iip juga menjelaskan bahwa gelaran BIC yang terhitung tiga kali dalam satu tahun ini dipandangnya dapat membantu perputaran roda ekonomi pada masyarakat Banten dan para pemilik brand.
“Artinya, mereka (red: pemilik brand) itu berharap acara kita ini selalu ada, karena iklan mereka itu ada di sini. Dengan kata lain, adanya brand baru yang muncul dapat terbantu wilayah pemasarannya lewat acara ini,” ujarnya.
Kendala modal juga dipandang Iip sebagai penyebab inti para pelaku usaha fesyen dengan membawa brand lokal tersebut ‘gulung tikar’.
“Terlebih kaum milenial sekarang sudah bisa melihat barang dari segi kualitasnya, mungkin perangnya juga akan di situ. Kita harus menjual dengan harga serendah mungkin, tapi barang sebagus mungkin,” tandasnya.
“Kalau kita kekurangan di modal, kita bisa titip brand-brand yang sudah ada. Saya yakin mereka akan terbuka, asalkan perhitungannya jelas. Jangan menggunaka sistem kredit, kebanyakan yang menggunakan sistem tersebut malah hancur, hal tersebut juga sering terjadi. Sekarang mah bikin seadanya aja, kalau kita punya modal 5 juta, ya kita buat dengan modal tersebut, untuk pemasaran juga bisa dititipkan kepada brand yang sudah ada,” jelasnya.
Dirinya berharap dengan sudah berkembangnya brand clothing lokal di daerah Banten sendiri, masyarakat Banten dapat menggunakan dan bangga atas brand lokal yang ada.
“Agar brand perekonomiannya pun sukses, kadang-kadang ada orang Banten tapi pake brand-brand luar, kalo orang Banten sudah bisa pake brand lokal juga sudah bisa lebih baik, secara tidak langsung juga kita memperkenalkan brand lokal Banten di luar sana. Yang terpenting ketika ada orang luar yang ke Banten, ya mereka carinya produk lokal kita, itu sih misinya,” terangnya. (Iqbal/red)