KOTA SERANG, biem.co – Enam desa di Kecamatan Sumur, Pandeglang hingga kini belum terjangkau petugas atau masih terisolir. Rusaknya akses transportasi dan infrastruktur membuat penyisiran korban tsunami di wilayah Kecamatan Sumur menjadi terhambat. Sebagaimana diketahui, saat kondisi normal pun, banyak jalan yang rusak di sebagian tempat dan semakin diperparah akibat adanya terjangan tsunami.
“Di sini sempat akses jadi putus sejak pertama, karena banyak jalan yang rusak, jembatan yang rusak. Tapi kemarin personil gabungan sudah masuk menjangkau di sini,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam konferensi pers pada Selasa (25/12).
Seperti disebutkan BNPB, Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah terdampak gempa terparah, salah satu daerahnya adalah Kecamatan Sumur, Pandeglang. Di Kecamatan Sumur sendiri terdapat 7 desa yang semuanya berada di pinggir pantai, yaitu Desa Cigorondong, Kertajaya, Sumberjaya, Tunggajaya, Ujungjaya, Kerta Mukti, dan Tamanjaya.
Dikatakan Sutopo, saat ini Tim SAR gabungan baru berhasil menjangkau dua dusun di Desa Tamanjaya. Sementara itu, enam desa lain yang belum tersentuh masih memerlukan bantuan darurat.
“Tim evakuasi masih melakukan pencarian, mendirikan rumah sakit lapangan di sana, menangani pengungsi yang ada di sana (red: Kecamatan Sumur). Operasi di laut juga dilakukan oleh TNI Angkatan Laut. Karena korban ada beberapa yang hanyut ke dalam lautan.
Menurutnya, jalur darat di Kecamatan Sumur masih terhambat sehingga memerlukan bantuan alat-alat berat.
“Pada saat tsunami, warga desa yang ada di sini (red: Kecamatan Sumur) semua lari ke bukit. Oleh karena itu, memerlukan bantuan-bantuan,” tuturnya. (HH)