KabarTerkini

Demi Relokasi PKL, Walikota Serang Akan Bongkar Warung ‘Gak Jelas’ di Kepandean

KOTA SERANG, biem.co – Kunjungan Walikota Serang, Syafrudin ke tempat relokasi sementara para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kepandean, Serang, Banten dilakukan untuk peninjuaan lahan yang akan digunakan sebagai lapak para PKL yang menjamur di lingkungan Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Serang, Banten, Senin (17/12).

Menurut data yang disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi, Akhmad Banbela, tercatat ada sekitar 350 PKL resmi yang akan direlokasi.

Di samping itu, Walikota Serang menambahkan bahwa PKL yang ada di Kota Serang ini terbagi kedalam dua kelompok, yakni PKL resmi dan PKL musiman.

“Dalam penataan PKL nantinya, yang akan menempati Pasar Kepandean adalah para PKL resmi yang dulu berjualan di Alun-alun Kota Serang,” ujarnya saat diwawancarai media.

Walikota Serang juga menuturkan, relokasi tersebut dilakukan karena ingin memaksimalkan lingkungan Stadion Maulana Yusuf sebagai sarana olahraga. Hal tersebut akan terlaksana dalam program 100 hari kinerjanya.

“Muat gak muat ya harus pindah ke sini,” singkatnya.

Tidak bisa dipungkiri ketika masyarakat Kota Serang mendengar nama “Kepandean”, sedikit banyaknya berfikiran negatif. Namun, Syafrudin mengatakan, sebelum dilakukan relokasi, Kepandean akan dibereskan dan dibersihkan terlebih dahulu.

“Warung-warung yang gak jelas di sekitaran Kepandean ini juga akan kita bongkar. Mudah-mudahan dengan adanya penataan PKL ini dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat untuk masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, menurut Akhmad Banbela, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap rencana relokasi pasar tersebut.

“Bahkan layangan surat pertama sudah kita sampaikan untuk segera mempersiapkan diri untuk direlokasi. Kalau pun nanti dipaksakan masuk sini semua tidak masalah,” jelasnya.

Rencana relokasi tersebut pun dikatakan Akhmad Banbela diwarnai pro dan kontra. Namun hal tersebut dilakukan untuk kenyamanan para pedagang.

“Untuk yang menjadi prioritas mungkin pedagang yang menempati bangunan semi permanen yang berada di samping stadion. Tapi, kondisional,” terangnya.

“Untuk retribusi juga belum kita bicarakan,” imbuhnya. (Iqbal)

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button