biem.co — Pesta Olahraga Asia Tenggara atau biasa disebut SEA Games, akan digelar pada Desember 2019 mendatang di Filipina. Terdapat 30 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada event olahraga ini.
Pemerintah melalui Menpora Imam Nahrawi meminta agar kontingen Indonesia di ajang tersebut diisi oleh mayoritas atlet junior dan untuk atlet-atlet elit terutama yang mendapatkan medali di Asian Games akan difokuskan ke Olimpiade Tokyo 2020.
“Untuk SEA Games 2018 memang tidak menjadi prioritas pemerintah, sebab Kemenpora menatap multievent yang lebih tinggi, yakni Olimpiade Tokyo 2020,” katanya.
Lebih lanjut, Menteri yang berasal dari Bangkalan ini mengatakan, akan memberikan porsi setidaknya 60 persen bagi atlet junior di semua cabang pada SEA Games 2019 tersebut.
“Hal ini kami lakukan agar prestasi atlet-atlet junior Indonesia meningkat. Kata kuncinya, prestasi itu bisa meningkat saat atlet sering bertanding dengan negara lain dengan puncak penampilan di kejuaraan multi-cabang olahraga, seperti SEA Games. Kami mendorong agar mereka memiliki pengalaman di level Asia Tenggara,” sambung Imam dilansir dari detik.com.
Imam menjelaskan masih ada waktu satu tahun dalam mempersiapkan atlet-atlet yang nantinya di dikirimkan. Apalagi beberapa daerah kini sudah menggelar kejuaraan-kejuaraan daerah untuk mencari yang terbaik.
“Masih cukup lah, setahun lagi. Sekarang sudah mulai, ada Porprov, dan event-event lain. Iya, setidaknya kriteria itu yang sudah saya perintahkan ke deputi IV untuk dilihat setiap pengajuan dari cabor,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana menuturkan belum menetapkan angka pasti dari kuota 60 persen atlet junior. Pihaknya akan melihat lebih dulu usulan induk cabor.
“60 persen ini masih secara umum. Kami belum tahu berapa usulan cabor berapa atlet yang elit, nasional, regional. Jika sudah mendapat usulan dari induk cabor kami baru dapat mengatakan proporsi ini sekian persen untuk atlet ini, sekian persen untuk atlet ini,” ungkapnya.
Atlet muda ini, lanjut Mulyana, memang harus dimasukkan. Sebab, bukan untuk 2019 bicaranya tapi untuk SEA Games 2021.
“Kesempatan ini harus kami berikan untuk mencari pengalaman dan jam terbang kepada atlet-atlet junior Indonesia,” tandasnya. (eys)