KOTA SERANG, biem.co — Menyusul atas pemberitaan ajaran dari Kerajaan Ubur-ubur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang menyebut bahwa ajaran kerajaan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.
Sekertaris MUI Kota Serang, Amas Tajudin mengatakan bahwa mereka yang tergabung dalam Kerajaan Ubur-ubur bukan Islam serta sudah menyimpang dari ajaran Islam.
“Masa Nabi Muhammad SAW mereka sebut Ahmad, nabi asli Indnesia,” jelasnya.
Ditegaskan Amas, apa yang diajarkan oleh Kerajaan Ubur-ubur kepada pengikutnya sudah menodai agama Islam.
“Tidak masuk akal, pengikut Kerajaan Ubur-ubur mengaku mempelajari Al-Quran dari alam gaib. Mereka juga mengatakan Islamnya belajar dari Al-Quran yang cetakan pertama dari makhlik gaib,” paparnya.
Amas menambahkan persoalan lain yang bertentangan, di mana Kerajaan Ubur-ubur menyebut bahwa Kakbah bukan Kiblat, melainkan tempat memuja.
“Kesimpulannya mereka bukan Islam, apa yang mereka ajarkan kepada pengikutnya tidak benar dan bukan ajaran Islam,” tandasnya. (Iqbal/red)