biem.co – Aksi Rizuki, pesulap Indonesia yang sedang berjuang di ajang Grand Master Asia, Minggu (23/04/2018) menuai kecaman dari masyarakat Bali. Rizuki yang menarikan tari kecak digabungkan dengan sulap dianggap menistakan budaya, karena apa yang ia tampilkan baik dari gerak juga kostum tidak sesuai dengan pakem dan taksu Bali.
Terlebih bagi masyarakat Bali, tari Kecak sendiri merupakan tarian yang memiliki makna mendalam, bukan hanya sekedar gerakan. Tari ini berasal dari sebuah ritual sakral Hindu yang hanya dilakukan dalam upacara adat serta diyakini sebagai media komunikasi antara Tuhan, roh para leluhur dan para penarinya.
Sontak setelah penampilannya dalam ajang tersebut, beragam komentar bernada kecaman dari masyarakat Bali membanjiri kolom komentar akun instagram Rizuki.
“Maaf ya mbak Rizuki, tujuan anda bagus untuk memperkenalkan budaya Indonesia, tapi anda seharusnya belajar kesenian dan Budaya Bali dulu. Seni Bali ada pakem dan juga ada dasarnya mbak. Jangan seenaknya memperagakan tanpa mengetahui dasar dari kesenian tersebut. Apalagi demi sebuah ketenaran,” tulis akun instagram @ikadekwawan.
Tidak ketinggalan, akun instagram @deqjohn juga bereaksi, “Biarkan budaya dan kesakralan Bali seperti apa adanya. Jangan kau rubah semaumu, Rizuki. Saya sebagai umat Hindu kecewa dengan yang kamu tampilkan. Sepertinya kamu tidak mengetahui atribut yang kamu gunakan ternyata memiliki tingkat kesakralan yang tinggi bagi kami,” tulisnya.
Berikut komentar-komentar lainnya dari masyarakat Bali yang merasa kecewa dan geram dengan apa yang Rizuki lakukan, di akun instagram pribadinya:
@degung60: Apakah anda orang berpendidikan? Anda pesulap atau pelawak? Anda tidak kenal tapi ingin memperkenalkan? Sebelum anda ingin memperkenalkan culture kami. Kenalilah dulu culture kami itu. Anda sendiri belum mengenalnya, mengapa anda ingin memperkenalkannya?
@ekafajar33: Kalau orang yang gak ngerti dengan budaya Bali dan pakem-pakem tari Bali jelas akan menyebutnya keren. Bikin tepuk tangan, pantas buat lolos. Tapi untuk orang Bali, tanpa kamu perkenalkan pun budaya-budaya Bali jauh lebih terkenal bahkan jauh sebelum kamu terkenal.
@astadalaharry: Siap-siap anda dikecam se-Bali, mbak. Kalau tidak tahu pakem dan taksu budaya Bali mending jangan merusak. Seni budaya sakral di Bali. Tanpa anda bawa kesenian Bali sudah mendunia kok. Dengan pakem taksu dan aturannya. Intinya anda berhijab, sesuaikan budaya hijab anda. Tidak usah bawa-bawa budaya Bali yang tarian-tariannya tidak memakai hijab. Seni adalah bagian keseharian dan ibadah buat kami di Bali, bernilai luhur dan sacral, warisan leluhur . Malu mbak sama anak-anak Bali dan seniman-seniman senior di Bali. Riset dulu sebelum membawakan sebuah kesenian.
@di_wirawan: Mengambil budaya bali emang bagus, tapi setiap seni punya pakem tersendiri, kalau mau menampilkan budaya bali silahkan saja tetapi biarkan budaya itu tampil apa adanya, apalagi dengan maksud mengenalkan kebudayaan tersebut. Jika tampilannya seperti itu sama saja kak @princessrizuki merubah budaya kami, dan itu bukan hal yg baik. Jadi jika tidak bisa mengikuti pakem seni tersebut, lebih baik mengambil budaya yg lain, terimakasih semoga sukses.
@andikadhi: Maaf sebelumnya, tujuan Anda memang bagus untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Tapi asal anda ketahui, apa yang anda telah lakukan tersebut sangatlah menyinggung perasaan kami. Selaku orang Bali asli, kami sangat miris melihat kesenian budaya daerah kami dilakoni dengan seenaknya seperti itu. Saya kira mungkin anda sama sekali tidak tahu tentang pakem-pakem tarian budaya bali. Apalagi tarian yang anda bawakan itu adalah tarian sakral di Bali yang didasari oleh upacara keagamaan kami. Kami bukannya bangga melihat semua itu, tetapi sangat kecewa dan serasa dinistakan dengan cara anda melakoninya dan berbusana begitu tanpa tahu pakem-pakem yang didasari dengan kesakralannya. Kalau anda memang benar-benar mencintai budaya Indonesia ,dan berniat melakoninya, lakukanlah dengan totalitas, pelajari dan kenalilah lebih dalam terlebih dahulu culture tersebut. Jangan seenaknya saja dicampur adukan seperti itu.Semoga lain kali lebih berhati-hati.
@raniasari14: Mbak, saya sebagai orang Bali merasa terhina. Tidak harusnya seperti ini. Memang niat bagus, tapi ini sangat salah di mata masyarakat Bali dan tentunya menimbulkan konflik. Hati-hati, mbak. Tari Bali ada wujud niskala-nya, bahkan sebelum dipentaskan harus disucikan terlebih dahulu. Jangan sembarangan menampilkan sesuatu yang bersifat sakral. Mbak siap nanti kalau ada apa-apa? Di mata masyarakat Bali ini bentuk dari sebuah pelecehan. Kalau bisa, mbak meminta maaf atas apa yang mbak lakukan. Saya tegaskan, kami disini merasa diserang.
Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi maupun permintaan maaf dari Rizuki.
Jika sobat belum menyaksikan seperti apa aksi Rizuki saat melakukan tarian Bali dipadukan dengan sulap di ajang Grand Master Asia, silakan klik disini (eys)