JAKARTA, biem.co — Achi TM, penulis yang sudah mampu menerbitkan 22 novel ini pun pernah merasakan jenuh dengan karir kepenulisannya. Penulis yang memulai karirnya sejak tahun 2005 ini pernah merasa bosan menulis pada tahun 2014 silam.
Saat itu, karena sedikit kelalaiannya membuat semuanya hampir fatal. Pada 2014 sepulang ia dari Padang untuk mengisi pelatihan menulis novel dengan anak-anak Universitas Andalas, Achi mendapat musibah tas beserta laptopnya hilang di bandara, banyak berkas-berkas kerjanya dan suami yang penting di dalam. Sejak kejadian itu, terciptalah novel “Insya Allah, Sah!” ini.
“Ketika saya lagi bosan-bosannya menulis, saya dapat teguran dari Allah, ketika pulang dari Padang sampai di bandara pukul 2 pagi, sampai rumah pukul 3 pagi saya baru sadar kalau tas beserta laptop saya hilang, saya dan suami panik karena banyak berkas-berkas pekerjaan dan segala macam, saya balik ke bandara saat itu juga, suami yang nyetir, sepanjang perjalanan saya nangis, mungkin ini teguran dari Allah karena saya sudah dikasih pekerjaan bagus sebagai seorang penulis, sudah dikasih talenta menjadi seorang penulis kenapa saya berniat ingin berhenti,” ujarnya di acara Meet and Great Cast Film “Insya Allah, Sah!”.
Baca juga: Film “Insya Allah Sah” Mengajak Penonton untuk Memetik Manfaat Bukan Sekadar Tertawa
Achi juga bercerita, sepanjang perjalanan ia menangis, ia juga bernazar pada Allah, “kemudian saya bernazar, ya Allah kalau laptop itu ketemu saya akan menulis novel Islami,” lanjutnya.
Ketika Achi sampai di bandara, laptop sudah diambil satpam, kemudian harus melewati segala situasi yang rumit dan diberi beberapa pertanyaan. Selepas ia dari bandara, Achi juga bercerita mengenai surat elektronik yang masuk pada pukul 3.30 dini hari itu, pukul dimana ia mengucap nazar di perjalanan. Surat elektronik itu berisi mengenai undangan untuknya dari editor Gramedia Pustaka Utama untuk menulis naskah novel Islami.
Dari pengalaman nazar pribadi Achi, lalu ia mencari ide mengenai ‘nazar’, dan tercetuslah cerita “Insya Allah, Sah!” ini. Achi mengaku, ketika ia menulis novel ini, ia membaca 10 novel komedi untuk referensi.
Baca juga: Achi TM, Hampir ‘Gantung Pena’ Sebelum ‘Insya Allah, Sah!’
Achi yang sejak dulu berangan-angan novel terbitannya itu difilmkan, akhirnya novel “Insya Allah, Sah!” inilah novel pertama yang diangkat ke layar lebar, “dari dulu setiap novel saya yang terbit selalu berharap difilmkan, namun tidak ada satupun yang difilmkan, hingga akhirnya novel Insya Allah Sah ini, yang saya anggap sebagai hadiah dari Allah difilmkan, padahal saya sudah tidak berharap lagi angan-angan itu, novel ini saya tulis karena nazar saja,” ujarnya.
Akhirnya baru 2 bulan terbit, novel ini sudah ditaksir dengan MD Pictures karena ceritanya unik, menarik dan cerita Islami yang beda dengan cerita-cerita komedi kebanyakan. [uti]