KOTA PANDEGLANG, biem.co – Diawali dengan lantunan ayat suci Alquran, acara Penyerahan 1000 Paket Susu Lactamil kepada Pemda Kabupaten Pandeglang dan Seminar Parenting bertajuk Membangun Kemandirian Anak Menuju Generasi yang Sehat, Cerdas, dan Berakhlak Mulia berjalan dengan khidmat.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, Uut Lutfi menuturkan berdasarkan data yang ada bahwa Kabupaten Pandeglang termasuk ke dalam dua kabupaten di Provinsi Banten yang memiliki tingkat Gizi yang buruk.
“LPA tidak hanya menangani kasus-kasus hukum yang terjadi pada anak, tapi juga melakukan kegiatan yang sifatnya prefentif. Seperti mengadakan sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah, mengedukasi para orangtua, dan memerhatikan asupan kebutuhan gizi anak,” tutur Uut kepada biem.co, Selasa (24/01).
Lebih lanjut, Uut mengungkapkan, kali ini LPA Provinsi Banten tidak hanya menyerahkan bantuan susu, tapi kami juga memberikan pemahaman kepada para orangtua tentang pola asuh yang baik untuk anak, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas, di mana harapannya agar anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan cerdas.
Tampak LPA Provinsi Banten, DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang, Lactamil, narasumber dan para peserta saat foto bersama usai acara.
Senada dengan Uut, Brand Refrensentatif Lactamil, Berta Diana mengungkapakan bahwa Lactamil sadar betul akan kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan menyusui. Karenanya, imbuh Berta, bukti kepedulian Lactamil kami memberikan bantuan berupa 1000 paket susu untuk para ibu hamil dan menyusui di Kabupaten Pandeglang.
“Di Indonesia, 1 dari 6 ibu hamil masih mengalami kekurangan nutrisi. Dan hanya 1 dari 3 ibu menysui, yang memiliki kadar yang cukup untuk menyusui bayinya sendiri,” kata Berta.
Kondisi kesehatan yang masih kurang baik di Kabupaten Pandeglang, lanjut Berta, menggugah kami untuk fokus terlebih dahulu ke Kabupaten Pandeglang agar mendapat hasil yang maksimal.
Baca juga: Pola Asuh Anak, Komnas PA: Orangtua Musti Bijak dan Bersyukur
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, Deden Kuswan mengatakan, soal ibu hamil dan kemandirian anak, pihaknya tidak berwenang dalam hal itu, karena hanya menyiapkan langkah dan melakukan program yang bersifat pascapersalinan.
“Kalau ibu hamil, itu garapannya lebih ke Dinas Kesehatan, sedangkan perkembangan kemandirian anak lebih pada Dinas Pendidikan, kita tidak mau interpensi. Kita hanya menyiapkan pascapersalinan dan memfasislitasi agar jangan sampai terjadi kekerasan, dan penelantaran anak. Jadi tumbuh kembang anak kita jaga,” pungkas Deden.
Diketahui, acara yang diselenggarakan di Gedung MUI Kabupaten Pandeglang ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta. (AF)